Saat ku kehilangan sebuah harta
Aku hanya menagis pada saat kehilangan itu
Tetapi saat aku kehilangan seorang yang aku cintai
Tangisanku terus berlanjut hingga ketikan huruf ini
Saat aku kehilangan kepercayaan dari seorang atasan
Seribu pintu perusahaan terbuka untuk diriku
Tetapi saat aku kehilangan kepercayaan dari kekasihku
Seakan seluruh pintu untuknya tertutup rapat bagiku
Pahit? Memang
Tak ada yang mau hilang
Tapi bila rasa kasih sayang itu hilang
Kemana lagi kan ku cari kasih sayang?
Terminal Leuwipanjang, Maret 2014
Friday, 11 April 2014
Saat ketulusan dianggap sampah
Mungkin, sudah nasibku menerima pahitnya hidup. Saat aku ingin memberikan suatu hal yang terbaik bagi orang yang aku sayangi, terkadang aku membuatnya ilfill. Bahkan, tak jarang aku menerima cibiran dan ejekan bagi mereka yang menganggapku hanya sebagai angin ribut. Tak diharap namun datang tiba-tiba dan menghancurkan semua yang ada disekitarnya. Yap, memang sakit. Bagiku tak apalah sebuah ketulusan itu dianggap mengganggu hidupnya. Atau mungkin bisa dianggap sampah juga meurutku. Tapi apakah mereka berpikir kalau sebuah karma tak akan selamanya menimpa kepada dirinya namun pada keturunannya? Itu mungkin yang aku khawatirkan.
Tak ada yang spesial dalam diriku. Dan aku pun mengakui kalau aku tak seperti orang lain yang bisa mengerti perasaan seseorang. Dan mungkin sebuah pelajaran berhargaku pula agar aku tak membuat perasaan seseorang terganggu karenaku. Mungkin, aku tak paham bagaimana perasaan hatimu padaku sehingga aku pun serba salah saat mereka sudah seperti saat ini.
Mungkin ketulusanku hari ini dianggap sampah, tapi saat ku tiada kalian akan tahu apa arti sebuah ketulusan yang sesungguhnya :')
Stasiun Bandung, April 2014
Subscribe to:
Posts (Atom)