Selintas kupandang fotomu dalam bingkai albumku yang tertumpuk oleh ribuan kenanganku dulu. Menatap betapa indahnya matamu yang begitu penuh dengan cinta sucimu. Bahasa tubuhmu berkata seakan kau berada dalam kesunyian. Wajah ayu yang kau memiliki tersimpan berjuta rahasia dalam dirinya. Aku pun kadang merasa nyaman bila hanya sekedar berbincang pendek melalui media sosialku, walaupun tak ada obrolan yang begitu penting bagi diriku. Senyummu selalu menyejukkanku kala hatiku gundah. Ketabahanmu selalu menenangkanku kala amarahku meluap tak terbendung oleh diriku. Kadang aku sering berfikir kalau dia sering tak nyaman akan kehadiranku. Tapi aku pun mengerti, begitu sulit dirimu ditebak hingga terkadang aku baru tersadar kalau tingkahku sering buat dirinya tak nyaman.
Kau memang orang yang tak bisa ku tafsirkan dengan kata-kata, hanya hati yang bisa menafsirkan dirimu. Aku sadar, aku tak punya apa-apa yang dapat ku tunjukkan padanya. Bahkan rupa diriku berkata aku tak pantas memiliki dirinya. Jangankan harta, pikiranku saja apa yang perlu ku banggakan dihadapan dia? Tapi, siapa yang tahu dengan ketetapan tuhan?
Terlalu merendah aku berkata seperti itu, tapi terlalu meninggi bila aku terus seperti itu. Kau akan melihat diriku ada apanya. Begitupun aku! Tapi bukan kecantikanmu atau pola berfikir kamu yang kucari. Tapi aku mendapatkan sesuatu yang berbeda dari dirimu. Kutemukan betapa tulusnya kau mencintai seseorang hingga tak ada siapapun yang ingin kehilangannya. Begitu pula aku. Aku tak banyak berharap kepada dirinya, karena hanya kepada Tuhan ku aku berharap untuk dirinya. Biarkan tuhan yang menetapkan siapa jodohku dan siapa jodoh dirinya. Karena aku hanya bisa berharap, berdoa, dan berusaha menunjukan usaha yang terbaik untuk kutunjukan pada dirinya. Kupasrahkan semua pada ketetapanmu.
Thursday, 4 September 2014
Monday, 1 September 2014
Pesanku Untuk Negeriku
Pesanku Untuk Negeriku
Unsur suatu negara itu ada 4 dan tak dapat dipisahkan seperti organ tubuh manusia: Pemerintah, Masyarakat, Sumber Daya Alam, Luar Negeri.
So, bila kita jadi masyarakat masih susah diatur dan masih berpola pikir layaknya anak kecil, sebagus apapun program pemerintah akan sulit untuk maju. Begitupun pemerintah. Bila rakyat sudah ingin maju tapi masih duduk manis diatas kursi sampai kiamat pun takkan pernah maju.
Tataplah masa depan negeri ini, negeri ini tak mengajarkan siapa yang salah, apa kesalahan masa lalunya dan mencari kesalahan! Bukankah negeri kita mengajarkan gotong royong? Ingatkah akan cerita Rasulullah SAW yang mengajarkan untuk berlomba-lomba dalam kebenaran? Atau cerita kerajaan majapahit yang dulunya bisa merangkul seluruh nusantara? Atau ingatkah saat Proklamasi dikumandangkan kemudia seluruh lapisan rakyat bersatu untuk mepertahankan ikrar kemerdekaan pada saat itu?
Setiap manusia tentu ada salah,kurang, dan khilaf. Ibarat menyetir sebuah kendaraan, apa selama perjalanan kita harus menatap kebelakang? Melihat terus kedepan tanpa kita ketahui seseorang akan menyalip kita? Tentu itu hanya mencelakakan diri sendiri kawan. Bukan saatnya kita terus mendumel masa lalu yang kelam tanpa kita sadari masa depan bangsa yang masih suci ini tercemar oleh perbuatan kita hari ini. Dukunglah pemerintahan kita ini dan pemerintah pun harus mendukung masyakatnya hingga timbul keharmonisan antara keduanya
Hari kemarin adalah hari ini, dan hari ini adalah esok hari. Jadikan masa lalu yang kelam sebagai "PR" perbaikan dimasa yang akan datang. Kami titipkan janji kampanyemu dulu untuk kebaikan kami. Dukunglah pemerintahan kita. Bukan menghujat! Karena kita yang hanya sebagai masyarakat biasa belum tentu bisa memimpin negara yang begitu banyak permasalahan di negeri ini. Kita mungkin hanya bisa berkomentar tanpa memberi semangat dan solusi untuk negeri. Saatnya kita bersatu untuk kemajuan bangsa ini !
Salam Persatuan, Salam Perdamaian, Salam Kemajuan Bangsa !
Unsur suatu negara itu ada 4 dan tak dapat dipisahkan seperti organ tubuh manusia: Pemerintah, Masyarakat, Sumber Daya Alam, Luar Negeri.
So, bila kita jadi masyarakat masih susah diatur dan masih berpola pikir layaknya anak kecil, sebagus apapun program pemerintah akan sulit untuk maju. Begitupun pemerintah. Bila rakyat sudah ingin maju tapi masih duduk manis diatas kursi sampai kiamat pun takkan pernah maju.
Tataplah masa depan negeri ini, negeri ini tak mengajarkan siapa yang salah, apa kesalahan masa lalunya dan mencari kesalahan! Bukankah negeri kita mengajarkan gotong royong? Ingatkah akan cerita Rasulullah SAW yang mengajarkan untuk berlomba-lomba dalam kebenaran? Atau cerita kerajaan majapahit yang dulunya bisa merangkul seluruh nusantara? Atau ingatkah saat Proklamasi dikumandangkan kemudia seluruh lapisan rakyat bersatu untuk mepertahankan ikrar kemerdekaan pada saat itu?
Setiap manusia tentu ada salah,kurang, dan khilaf. Ibarat menyetir sebuah kendaraan, apa selama perjalanan kita harus menatap kebelakang? Melihat terus kedepan tanpa kita ketahui seseorang akan menyalip kita? Tentu itu hanya mencelakakan diri sendiri kawan. Bukan saatnya kita terus mendumel masa lalu yang kelam tanpa kita sadari masa depan bangsa yang masih suci ini tercemar oleh perbuatan kita hari ini. Dukunglah pemerintahan kita ini dan pemerintah pun harus mendukung masyakatnya hingga timbul keharmonisan antara keduanya
Hari kemarin adalah hari ini, dan hari ini adalah esok hari. Jadikan masa lalu yang kelam sebagai "PR" perbaikan dimasa yang akan datang. Kami titipkan janji kampanyemu dulu untuk kebaikan kami. Dukunglah pemerintahan kita. Bukan menghujat! Karena kita yang hanya sebagai masyarakat biasa belum tentu bisa memimpin negara yang begitu banyak permasalahan di negeri ini. Kita mungkin hanya bisa berkomentar tanpa memberi semangat dan solusi untuk negeri. Saatnya kita bersatu untuk kemajuan bangsa ini !
Salam Persatuan, Salam Perdamaian, Salam Kemajuan Bangsa !
Subscribe to:
Posts (Atom)