23 Ramadhan tahun lalu, teringat akan sebuah lantunan shalawat yang
kala itu menyejukan hatiku yang sedang kalang kabut. Masalah hidup yang
seakan menjadi gurita dalam pikiran ini sirna tak berbekas. Hati yang
keruh menjadi jernih. Entah aku pun sampai terkesima mendengar lantunan
shalawat itu. Ku berusaha mencari orang tersebut namun tak dapat ku
kenal siapa dirinya.
Hingga sampai ramadhan ini tiba, aku
masih bisa mengingat suara itu lagi walau tiada lagi hadir orang yang
melantunkan kalimat indah itu. Dalam benakku aku ingin hidup bersama
dirinya. Memiliki dan menjalin suatu hubungan yang kudambakan sejak ku
mendengar kalimat itu .Tetapi, tuhan mempunyai skenario yang tak ada
satu makhluk pun yang bisa mengubahnya. Aku pun menerima dengan hati
yang ikhlas walau berat hati untuk meninggalkannya. Telah banyak orang
yang kucoba jalin hubungan seperti yang kudambakan sejak itu, tetapi tak
ada orang yang seperti dirinya hingga aku pun menjadikan sebuah makna
cinta hanya sebagai pelampiasan semata.
Kini, dia sudah
tak lagi ada dihadapanku. Menghilang tanpa kabar bersama pujaan hatinya
saat ini. Tetapi aku akan selalu mendampingi dirinya walaupun aku tahu
aku takkan pernah mungkin memilikinya seperti shalawat yang ia lantunkan
yang selalu menyertaiku walau tak lagi kudengar lantunan shalawat itu
olehnya. Apalagi, aku masih memiliki sebuah hutang janji kepadanya. Dan aku pun masih memperjuangkannya sekalipun nadi terputus.
Sampai mati pun, aku akan terus mengingat dan melantunkannya hingga Sang Khalik mengambil nafas dalam raga ini :)
No comments:
Post a Comment