Sunday, 27 October 2013

23 Ramadhan

23 Ramadhan tahun lalu, teringat akan sebuah lantunan shalawat yang kala itu menyejukan hatiku yang sedang kalang kabut. Masalah hidup yang seakan menjadi gurita dalam pikiran ini sirna tak berbekas. Hati yang keruh menjadi jernih. Entah aku pun sampai terkesima mendengar lantunan shalawat itu. Ku berusaha mencari orang tersebut namun tak dapat ku kenal siapa dirinya.

Hingga sampai ramadhan ini tiba, aku masih bisa mengingat suara itu lagi walau tiada lagi hadir orang yang melantunkan kalimat indah itu. Dalam benakku aku ingin hidup bersama dirinya. Memiliki dan menjalin suatu hubungan yang kudambakan sejak ku mendengar kalimat itu .Tetapi, tuhan mempunyai skenario yang tak ada satu makhluk pun yang bisa mengubahnya. Aku pun menerima dengan hati yang ikhlas walau berat hati untuk meninggalkannya. Telah banyak orang yang kucoba jalin hubungan seperti yang kudambakan sejak itu, tetapi tak ada orang yang seperti dirinya hingga aku pun menjadikan sebuah makna cinta hanya sebagai pelampiasan semata.

Kini, dia sudah tak lagi ada dihadapanku. Menghilang tanpa kabar bersama pujaan hatinya saat ini. Tetapi aku akan selalu mendampingi dirinya walaupun aku tahu aku takkan pernah mungkin memilikinya seperti shalawat yang ia lantunkan yang selalu menyertaiku walau tak lagi kudengar lantunan shalawat itu olehnya. Apalagi, aku masih memiliki sebuah hutang janji kepadanya. Dan aku pun masih memperjuangkannya sekalipun nadi terputus.

Sampai mati pun, aku akan terus mengingat dan melantunkannya hingga Sang Khalik mengambil nafas dalam raga ini :)

No comments:

Post a Comment