Tak terasa, setahun sudah aku melewati yang namanya "kelulusan"
dimana rasa suka dan duka menyambut pengumuman kelulusan kami semua. Dan
hari ini adik-adikku juga sedang merasakan hal yang sama. Rasa was-was
karena takut kalau diri sendiri yang gak lulus, menangis karena bahagia
usaha yang kita tempuh selama 3 tahun lebih dengan ditentukan 3 hari itu
tidak sia-sia, tertawa karena senang bisa lulus bersama. Yap, itulah
yang pernah aku jalani bersama sahabatku setahun silam.
Tak
jarang memang dalam kebahagiaan itu sering ada rasa kecewa. Apalagi
kalau bukan karena nilai ujian. Iya kan? Bila teman kita sangat bangga
karena nilai kita diatas teman-teman kita justru orangtua kita yang
merasa kecewa karena nilainya gak sesuai dengan harapan. Atau mungkin
diri kita sendiri justru yang kecewa maksimal?
Gak
masalah kawan. Itulah yang aku alami juga waktu itu. Nilaiku juga
pas-pasan walaupun disekolah hanya beda tipis dengan nilai temanku yang
peringkat 3 di jurusan di sekolahku. Di rumah pun aku gak ada
habis-habisnya diceramahi dengan segala rupa nasihat entah itu nasihat
baik, pengalaman orangtuaku dan.... ah mungkin kalian juga tahu hehe..
Terus apa arti nilaimu itu?
Sesudah aku masuk kuliah,
awalnya aku sendiri masih bingung sebenarnya apa arti nilai akademik
untuk kehidupan? Banyak orang yang bilang (tapi gue engga) kalau nilai
kamu bagus kamu bisa masuk kuliah negeri yang ternama, masuk perusahaan
yang bisa dibilang bonafit bin berduit. Ternyata enggak gitu
kawan! Nilai akademik tak selamanya menyelamatkan kita dari kehidupan
tapi yang paling terpenting adalah "Nilai Perjuangan". Semakin kita
sering menilai perjuangan kita dan kita semakin meningkatkan nilai juang
kita maka nilai yang lainnya pun akan mengikuti.
Lalu,
kenapa nilai perjuangan? Kita akan tahu seberapa besar nilai perjuangan
kita untuk meraih suatu cita-cita. Sekalipun jatuh bahkan terhuyung
bebas tanpa batas. Karena hidup bukan seberapa besar nilai akademik kita
atau seberapa pintar diri kita tetapi seberapa besar perjuangan kita
dan menghargai perjuangan itu. Tak banyak koruptor yang tertangkap
karena tak menghargai arti nilai perjuangan sekalipun mereka punya nilai
akademi yang bagus. Tak sedikit pengangguran yang berjudul sarjana
karena mereka terkekang dalam kenikmatan hidup yang memaksa mereka harus
menjadi beban bangsa. Apakah kita mau seperti itu?
Sudahlah
kawan, jalan kita masih panjang. Tak perlu kesal melihat nilai-nilai
kalian yang kurang beruntung karena ada yang lebih tak seuntung diri
kalian. Tak perlu marah saat orangtua kita marah karena tak bisa
membanggakannya dengan nilai yang memuaskan. Simpanlah nilaimu itu untuk
cambuk meraih masa depan kita yang lebih baik. Perjuangan kita tak
berhenti disini! Selagi masih ada harapan dan kesempatan, raihlah dengan
kedua tanganmu untuk merebut angan-anganmu.
"Nilai akademik memang perlu, tetapi yang diperlukan untuk negeri ini adalah Nilai Perjuangan" -Muhammad Heda Nurhidayatulloh
Tulisan ini untuk kalian yang sedang menikmati hasil kelulusan dan memahami arti nilai sesungguhnya. Keep fighting for your Future :)
No comments:
Post a Comment