Wednesday, 6 August 2014

Ikhlaskan !

Bila aku pergi tanpa memberi kabar, sedangkan mereka mencari dimana keberadaanku. Ikhlaskan !

Bila aku pergi meninggalkan semua harta kekayaanku lalu orang-orang datang berbondong-bondong memperebutkan hartaku. Ikhlaskan !

Bila aku pergi dalam hal dinasku sedang aku tak kunjung pulang. Ikhlaskan

Bila aku pergi meninggalkan Ayah, Ibu, Adikku, bahkan kekasihku hingga mereka harus terisak-isak karena aku pergi. Ikhlaskan !

Bila aku merantau jauh meninggalkan tanah tumpah darahku hingga hembusan nafas terakhirku terhempas bersama angin tanah orang disana. Ikhlaskan !

Bila aku dipanggil atas panggilan illahi untuk menghadap kepada-Nya. Ikhlaskan !

Bila aku harus kehilangan semua yang kumiliki termasuk harta, tahta, raga, dan nyawaku sedang mereka teramankan atas jasaku. Ikhlaskan !

Aku sudah ikhlaskan semua, karena ini adalah pilihanku
Aku sudah pasrahkan jiwa dan ragaku hanya untuk Sang Pencipta raga yang rapuh ini
Aku sudah melepaskan semua yang mengikat hidupku. Termasuk semua milikku
Aku sudah titipkan amanahku, bila aku tak kunjung kembali

Aku pamit untuk pergi, hingga entah kapan aku kembali
Cukup kenangan dan pelajaran yang akan kutitipkan pada kalian. Sebelum kumulai perantauan hidupku ini.
Titip amanatku, untuk kalian. Ikhlaskan !



Rancaekek, Agustus 2014

No comments:

Post a Comment