Tuesday, 12 November 2013

Dialog Keluarga Aku

Aku terdiam termangu di depan pelataran penantian hidup memikirkan kelumit hidup yang begitu rumit. ketika itu Aku bertanya kepada Aku Tua
"Aku Tua, Bolehkah ku tanya diriku ini?"
"Bertanya tentang apa nak?"
"Aku kini mulai beranjak menyusuli dirimu tetapi aku tak tahu harus bagaimana menjalani hidupku ini?"
"Wahai Aku hari ini, sebenarnya masa depanmu kini berada ditanganmu. Kini hidupmu bergantung pada dirimu"
"Tetapi aku takut bila aku beranjak dewasa aku takut tidak sukses seperti apa yang kuinginkan?"
ketika sang Aku Tua terdiam untuk berfikir, datanglah si Aku Dewasa menghampiriku
"Engkau hari ini, jika kau terus mengkhawatirkan masa depanmu terus tanpa ada usaha untuk meraih kesuksesan maka sesungguhnya kau kan berada didalam kegagalan" ujar Aku Dewasa.
"Tapi bila mana orang-orang dibelakangku hendak menyusulku, mungkin aku akan tertinggal?"
"Karena itu, hidup adalah perjuangan untuk meraih kesuksesan".
"Seperti apa kesuksesan yang baik itu?"
"Bila mana kau sukses Gama dari Agama"
"Apa itu maksudnya"
"Sukses dari dunia dan sukses dari agamanya pula". ujar Aku Tua
"Tapi banyak orang yang menyebutku bahwa aku lebih baik yang dulu daripada yang sekarang? Bahkan ketika Aku dulu banyak dikasihani, dilindungi, sampai aku pun dimanja-manja"
Ketika itu mereka berdua terdiam. Lalu berlarilah seorang Aku Kecil menghampiriku.
"Aku hari ini.  Bukan saatnya lagi kau untuk mengalami masaku. Justru kau harus ambil baiknya engkau ketika dulu. Namun jangan kau bawa sifatku ini karena kau akan ditertawakan oleh orang-orang sekitarmu. Percayalah pada dirimu. Karena cita-citaku kini ada ditanganmu. Bukan ditanganku lagi. Aku terlalu kecil dan lemah untuk menjalani itu semua" ujar Aku Kecil
Kemudian datanglah Aku Pemalu, Aku Pemberani, Aku Sukses dan Aku Gagal menghampiriku.
 "Kau juga harus menempatkan dimana rasa malumu berada. Jangan pernah kau malu akan suatu kebaikan dan jangan pula kau malu-maluin diri kamu sendiri" ujar Aku Pemalu
"Dan Beranilah untuk mengatakan dan melakukan sesuatu demi kebenaran hakiki. Namun kau jangan pernah berani melakukan atau melakukan yang bisa mencelakakan dirimu sendiri. Apalgi kamu berani membohongi diri sendiri" ujar Aku Pemberani
"Wahai Aku hari ini, jadilah seperti diriku agar kau tidak kesulitan dalam hidup" ujar Aku Sukses.
"Dan jangan menjadi seperti diriku karena belum tentu kau kuat bertahan dalam kegagalan" sambung Aku Gagal.
"Benar apa yang dikatakan mereka. Apakah kau mau menyiksa dirimu sendiri kala kau seperti diriku nanti?" tanya Aku Tua.
Sejenak ku terdiam dan berkata "Ya! Aku mengerti"
Aku bergegas mempersiapkan diriku tuk beranjak menuju pintu perjuangan. Ketika ku hendak beranjak, mereka berkata sambil melambaikan tangan
"JADILAH DIRIMU SENDIRI! INGAT! MASA DEPANMU ADA DITANGANMU! SEMUA CITA-CITA KAMI KAMI SANDARKAN PADA DIRIMU! JANGAN PERNAH KECEWAKAN DIRIMU!"
Dan Aku pun menjawab :"AKU AKAN MELAKSANAKAN ITU SEMUA" Kemudian dalam hatiku berujar : "AKULAH YANG AKAN MEWUJUDKAN CITA-CITA DIRIKU DAN CITA-CITA MEREKA...!!!"

No comments:

Post a Comment